TENTANG PASTI
Penjelasan Singkat Transformasi Partai Setara Indonesia
Transformasi & Kepemimpinan
Di tengah kemajemukan bangsa Indonesia, keadilan sosial harus berpijak pada asas kesetaraan sejati, bukan sekadar kompromi toleransi atau keterwakilan proporsional.
Berakar pada mandat pelayanan serta nilai-nilai luhur Kristiani dalam mewujudkan kasih, integritas, dan keadilan bagi sesama, Partai Setara Indonesia (PASTI) hadir melalui proses transformasi menyeluruh dari Partai Kristen Demokrat (PKD) yang ditegaskan melalui penandatanganan akta resmi pada 29 September 2026. Transformasi ini mencakup pembaruan arah perjuangan, regenerasi kepemimpinan, tata kelola kelembagaan yang modern, profesional dan akuntabel, serta penguatan landasan kerohanian dan etika yang berkesinambungan.
Gerakan pembaruan ini dipimpin langsung oleh tokoh yang telah teruji rekam jejak kepemimpinannya di kancah politik nasional, Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U., M.Th.—pendiri dan figur sentral Partai Damai Sejahtera (PDS) yang berhasil membawa kader-kader PDS menembus parlemen pada Pemilu 2004.
Guna menjalankan kepemimpinan yang efektif dan tata kelola organisasi yang solid. Kepemimpinan Pdt. Ruyandi Hutasoit didampingi oleh Sahrianta Tarigan dan Pdt. Conny Maningkas selaku Wakil Ketua Umum dalam perumusan arah kebijakan strategis dan konsolidasi politik, serta Dwi Urip Premono selaku Sekretaris Jenderal yang mengorkestrasi manajemen kelembagaan, sistem administrasi, dan operasional partai, bersama jajaran figur profesional yang kompeten dan berintegritas di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Berbekal kematangan pengalaman dan kepemimpinan kolektif tersebut, PASTI melangkah memperjuangkan kesetaraan nyata bagi seluruh rakyat, sekaligus mengusulkan sejumlah program-program strategis untuk mengoptimalisasi potensi bonus demografi menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.


Panggilan Pelayanan Publik dan Pemulihan Makna Ekklesia
Masih ada anggapan di sebagian kalangan bahwa politik adalah ranah yang kotor dan harus dihindari oleh orang beriman. Padahal, jika ditelusuri dari akar sejarah biblikal, istilah Ekklesia di abad pertama bukanlah sekadar perkumpulan ritual di ruang tertutup. Ekklesia adalah majelis atau dewan warga yang dipanggil keluar untuk memikirkan kebaikan, keadilan, dan tata kelola tatanan kehidupan publik. Politik, pada hakikat mulianya, adalah sarana pelayanan kasih (diakonia) dan upaya memperjuangkan kesejahteraan bersama di mana pun kita ditempatkan (Yeremia 29:7).
Tokoh-tokoh di Alkitab yang tercatat turut berperan dalam pemerintahan atau politik pada zamannya antara lain: Yusuf, Daniel, Ester, Nehemia, Daud, Salomo, Erastus, dan seterusnya.
Di tengah dinamika perpolitikan nasional hari ini, umat dan masyarakat luas membutuhkan saluran perjuangan yang mandiri, berintegritas, dan autentik. Bukan sekadar wadah kompromi pragmatis, melainkan instrumen yang mendedikasikan suaranya untuk membela hak-hak kaum yang terabaikan, menyuarakan kebenaran secara objektif, serta menegakkan kesetaraan dan keadilan nyata (Amsal 31:8–9; Mikha 6:8).
Kehadiran Partai Setara Indonesia (PASTI) adalah upaya untuk memulihkan mandat pelayanan tersebut: hadir di ruang publik bukan untuk mengejar kekuasaan, melainkan mewujudkan nilai-nilai luhur kebenaran, kesetaraan, dan damai sejahtera. Juga agar dapat menjadi garam dan terang yang menghadirkan solusi konkret bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia (Roma 14:17; Matius 5:13–16).